Selasa, 18 Juni 2013

DEKAN : “STOP Metamorfosis 2013”


Salam Aspirasi. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Dr. dr. Mulyadi, Sp. P (K) melalui pembantu Dekan III dr. T. Husni T. R, M. Kes., Sp. THT – KL juga meminta BEM untuk menghentikan dulu tahapan acara tersebut. “Pak Dekan sebenarnya dengan tegas menyebutkan kalau di aturannya tidak boleh dilaksanakan ya harus di Cut, namun saya minta DPM dan BEM untuk bermusyawarah dengan mencari solusi permasalahan ini” ujar dr. Husni.

Beliau melanjutkan “untuk segera dicarikan solusi bersama, intinya kita ada kalender kegiatan kemahasiswaan yang sudah Dekan tetapkan dan sahkan, memang acara ini tidak terdaftar di kalender tersebut”.

Dalam pertemuan di ruang PD III tersebut juga hadir Ketua DMP dan Gubernur BEM.

Sementara rizki secara terpisah menyatakan siap menjalankan masukan dan saran dari PD III, “Kami siap melaksanakan arahan dan masukan PD III dan kami menunggu undangan resmi dari BEM, jikalau juga dalam waktu dekat BEM belum ada, DPM pasti akan menganbil sikap tersendiri” ujar rizki.

Seperti diketahui bersama, bahwa tahun ini DPM menetapkan kalender kegiatan kemahasiswaan dalam lingkunag FK Unsyiah dan dikuatkan dengan Keputusan Dekan no 192 Tahun 2013.

BEM tidak Berani Hadiri Sidang ETW-1

Salam Aspirasi. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala mangkir atau tidak menghadiri undangan sidang Evaluasi Triwulan 1 pada 16 Juni 2013 jam 14.00 WIB di ruang rapat senat dengan tanpa alasan dan pemberitahuan. Mulailah bermacam spekulasi berkembang dikalangan anggota dewan. Mulai dari “takut” dan“ ketidaksiapan BEM untuk di evaluasi”, dan ada juga yang mengemukakan mungkin BEM “sedang” ada sesuatu, yang sesuatutersebut tidak kita ketahui. ibarat "Boh Joek Boh Beulanga, watee troeh baroe taboeh nan"

Sekretaris DPMF mengemukakan bahwa tidak ada pemberitahuan apapun dari pihak BEM atas ketidakhadiran mereka pada sidang tersebut, padahal surat pemberitahuan jadwal sudah disepakati jauh – jauh hari dengan Gubernur BEM. “Bisa jadi mereka tidak siap, atau mereka takut hadir. Lanjut Imam "Dari catatan kami pribadi anggota dewan cukup banyak hasil temuan dilapangan yang mengindikasikan bahwa kepengurusan BEM tahun ini agak kacau balau dengan segudang permasalahan" ujar Imam yang juga Komting PSKG 2012. “Padahal, di abad yang begini canggih, jika ada halangan atau sejenisnya pak ketua BEM bisa via phone atau sms, kan ga ksampai Rp.100,- biayanya” apa no telfon bapak ketua DPM tidak ada? masa juga dari 41 anggota DPM, kan juga ada perwakilan Dapil PD 2010,  masa juga gak ada? Padahal disurat besar – besar tertulis” nyeloteh imam.

Sementara itu, ketua komisi Kebijakan Abdullah Azmy menyampaikan bahwa ketidakhadiran BEM 2013-2014 pada sidang ETW terkesan aneh, menurut dia yang juga mantan Gubernur BEM periode 2010 – 2011 itu seperti ada kejanggalan dan maksud tersirat, hal ini menunjukkan perilaku yang tidak bertanggungjawab dari para pengurus BEM tahun ini. “Sudah suatu kewajiban bagi BEM untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka lakukan selama kurun waktu tertentu kepada DPM melalui sidang ETW". "BEM dipilih oleh mahasiswa, mereka menggunakan puluhan juta anggaran dari mahasiswa, jadi mahasiswa wajib tahu dengan apa yang telah mereka lakukan, karena tidak semua mahasiswa bisa merasakan kegiatan yang BEM buat, jika ada yang janggal kan bisa diperbaiki, jadi jangan takut dievaluasi dong!!" ujar Azmy. Dia melanjutkan “Atau Gubernur yang sekarang mungkin sudah mulai jenuh? mengingat banyak dari jajaran presidium mereka yang mundur dan silih berganti serta tanggapan pengurus yang merasa tidak dianggap. Bagaimanapun juga tidak hadir di sidang ETW adalah fatal dan harus ditindak tegas!".

Ketua DPM yang dimintai keterangan secara terpisah membenarkan bahwa BEM mangkir pada sidang ETW-1. Bisa jadi mereka (BEM red) tidak siap untuk dievaluasi. Dia mengemukakan “Banyak catatan permasalahan yang terjadi di BEM, mulai dari Ketua Departemen Puan yang baru beberapa hari menjabat waktu itu mengundurkan dirinya, Bendahara Umum (yang juga tim suskses pada saat pemenangan Faizul) yang sudah mengundurkan diri semenjak medio April yang lalu, dan terbaru – baru ini malah Sekretaris umum juga mengundurkan diri. Nah, dari fakta ini saja sebenarnya kita bisa bertanya – tanya ada apa sebenarnya di BEM? Kenapa banyak yang memilih mundur? Ujar Rizki. “Ini kan baru 100 hari sudah begitu banyah masalah dilapangan” lanjutnya,

Dia melanjutkan “Bahkan pada saat rapat kerja denga komisi anggaran saya langsung menanyakan ke Gubernur BEM, kemana Bendaha BEM? Kenapa Tidakh adir? Dengan harapan waktu itu dia mau menyampaiakan langsung kejadian yang sebenarnya. Namun sebaliknya, dia hanya menjawab bahwa Bendahara hanya menitip Rancangan Kebutuhan Anggaran dan dia tidak menyebutkan masalah pengunduran  diri ibuk bendahara tersebut”

Padahal pertanyaan saya waktu itu hanya untuk mengetes saja, sejauh mana  sang Gubernur BEM memahami makna kejujuran, namun ya Cukup Tau Saja. Setidaknya saya sudah bisa menilai Sejauh mana sang Gubernur sekarang yang lagi menjabat. Kalau internalnya kacau, mana sempat untuk invasi keluar” rizki menjawab sambil tertawa kecil

Dia melanjutkan, belum lagi kita berbicara mengenai kinerja BEM, ini baru permasalahan di internal sudah
Suasana Rapat ETW 1 BEM
segini, kalau catatan kinerja mah banyak amat fakta dan temuan dilapangan yang sudah dirangkum masing – masinga nggota DPM. Namun rizki mengelak membocorkan apa – apa saja temuannya. “Nati ya, kalau selepas sidang, baru akan kita sampaikan ke public. Karena kami juga harus memperdalam pada saat di sidang dulu apakah fakta di lapangan dan kata – kata mereka sinkron atau sebaliknya, intinya kita kedepankan etika dan azas berbaik sangka saja dulu” tutup rizki.

Rizki juga mengingatkan supaya kedepan pak Gubernur BEM agar lebih mengedepankan komuniksai untuk menghindari spekulasi – spekulasi dikalangan rekan – rekan DPM. Menurut dia wajar dan tidak salah kalau teman – teman DPM beranggapan macam – macam, karena dari BEM sendiri tidak ada usaha konfirmasi secara resmi ke DPM.

Nah, masyarakat kampus pasti juga bertanya – tanya dengan sekian permasalahan diatas, sebenarnya Ada Apa Dengan BEM tahun ini? Silahkan teman – teman menjawabnya dalam hati masing – masing (Humas DPM).

Jumat, 14 Juni 2013

Rapat KerjaKomisi Anggaran DPM


Suasana Rapat Kerja Anggaran
DPM News. Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Jum’at, 14 Juni 2013 jam 16.30 s.d 18.00 WIB melaksanakan rapat kerja membahas pembagian kuota anggaran untuk jajaran organisasi kemahasiswaan dalam lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Rapat tersebut mengundang pimpinan lembaga dan bendahara umum di masing – masing lembaga dilaksanakan di Musalla Blang Padang, Banda Aceh.

Rapat yang dibuka langsung oleh ketua DPMF tersebut, M. Rizki Ramadana turut dihadiri oleh Rezki Novita Sari (Bendahara DPM), Hafizah Humairah Daulay, S. KG (KetuaKomisi A), Faizul Giffari G (Gubernur BEM), Bendahara Umum BEM tidak hadir (tanpa alasan yang jelas), Nurul Azmy (SekretarisUmumHimakep), ErlianaSyam (BendaharaUmumHimakep), RahmatSeptiadi (BuppatiHimakagi), Astari Chairunnisa (Sekretaris Umum Himakagi), Fahrizal (Ketua LDF Asy-syifaa’), Marlina (Wakil Ketua LDF Asy-syifaa’), Edi Saputra (Sekretaris LDF Asy-syifaa’), Fatmawaty (Bendahara Umum LDF Asy-syifaa’) sedangkan Bupatidan Bendahara Umum Himaps itidak berhadir.

Ketua Komisi A, Hafizah Humairah Daulay, S. KG mengemukakan, Rapat kerja tersebut diantaranya membahas pembagian kuota anggaran kelembagaan kemahasiswaan yang selanjutnya akan ditetapkan Pimpinan DPM dan ditembuskan ke Pimpinan Fakultas dan pihak – pihak terkait sebagai pedoman pembagian anggaran kemahasiswaan. Dalam rapat tersebut diputuskan dan disepakati masing – masing beberapa poin kesimpulan, diantaranya:
  1. Semua yang hadirmenerima draft konsepKomisi A DPM tata cara pembagian kuota anggaran.
  2.  Masukandan saran yang disampaikan dalam rapat akan dibahas dan dipertimbangkan oleh komisi A.

Sementara itu, hasil pertemuan pada sore ini akan diteruskan kelembaga dan pimpinan kampus dalam waktu dekat”, ujarFiza(Tim Humas).

Kamis, 13 Juni 2013

DPM Perintahkan BEM STOP tahapan METAMORFOSIS.


DPM News. Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas SYiah Kuala kembali melayangkan surat Peringatan kepada Gubernur BEM. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Dewan Imam Fithrawan “Benar, kita sudah surati Gubernur BEM”.

Sementara itu Anggota Komisi C Ikhsan Yowanda mengemukakan, surat peringatan tersebut dilayangkan dikarenakan Gubernur BEM melanggar aturan yang ada. “Gubernur BEM dalam melaksanakan kegiatan sudah semestinya memperhatikan dan wajib mengikuti aturan yang ada, sedangkan acara ini (Metamorfosis 2013) jelas – jelas melanggar Ketetapan DPM nomor 006/SK/DPMFK/USK/2013 dan Keputusan Dekan nomor 192 tahun 2013 tentang Kalender Kegiatan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Tahun 2013 – 2014” ujarnya. Kita minta Gubernur BEM cerdas sedikit dalam mengambil kebijakan, jangan semuanya dilemparkan ke orang – orang yang tidak tau aturan, seharusnya dia mengontrol pengurusnya dan menelaah dulu sebelum mengambil kebijakan” unjarnya. Ia melanjutkan “Apabila kegiatan ini tetap dilanjutkan sebelum ada persetujuan dari DPM. Kita tidak mau main – main, semua lembaga harus menghormati aturan yang sudah ada. Jika ada yang melanggar maka aka nada konsekuensinya”.


Seperti diketahui, bahwa Dewan Perwakilan Mahasiswa sudah menetapkan Kalender Kegiatan untuk tahun 2013 – 2014 kemudian dikuatkan dengan Keputusan Dekan nomor 192 tahun 2013 tentang Kalender tersebut. Dikalender tersebut terdaftar seluruh kegiatan kelembagaan kemahasiswaan selama satu tahun kepengurusan mulai dari DPM, BEM, LDF-Asyfaa’, Himakep, Himakagi, Himapsi, Cimsa dan AMSA. Disebutkan bahwa apabila ada kegiatan yang tidak terdaftar dikalender tersebut harus mendapatkan persetujuan DPM dahulu baru bias dijalankan. Sementara ketua Komisi C ELvia Malbeni menyatakan bahwa tujuan dan  maksud penjadwalan kegiatan tersebut supaya tidak terjadi jadwal yang berbenturan dan juga sebagai alat control bagi DPM. Dia juga menyampaikan bahwa jajaran anggota DPM tidak boleh ada yang terlibat jadi presidium kepanitiaan di acara Eksekutif, ini perlu kami luruskan karena ada yang menanyakan demikian (Tim Humas).

Kunjungan Kerja DPM ke Program Studi Ilmu Keperawatan


Pagi itu, matahari agak lumayang kencang menampakkan sinarnya, jam sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB. Suasana kampus jantoeng hate rakyat Aceh, khususnya Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala tampak seperti biasanya dimana dinamika kesibukan rutinitas perkuliahan. Selasa, 28 Mei 2013 beberapa mahasiswa dengan mengenakan almamater sudah menunggu di Gedung Petronas (PSIK), bukan untuk demonstrasi tentunya, tapi mereka berkumpul dalam rangka untuk silaturrahmi atau kunjungan kerja ke Ketua Prodi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Iya, mahasiswa tersebut merupakan dari perwakilan anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala masa bakti 2013 – 2014. Rambongan yang dipimpin langsung oleh ketua dewan tersebut, M. Rizki Ramadana, S. Ked, didampingi oleh Sekwan Imam Fitrawan, ketua komisi anggaran Hafizah Humairah Daulay, S. KG, ketua komisi legislasi Elvia Malbeni dan beberapa anggota dewan lainnya tersbet bergerak perlahan menuju ke ruang pertemuan. Sampailah kami serombongan di sebuah ruangan yang tertata cukup rapi, ruang tunggu Ketua Urusan Kemahasiswaan PSIK. Kamipun dipersilahkan duduk di sova yang cukup empuk, sambil menunggu Buk Ns. Sufriani, M. Kep., Sp. An yang merupakan Ke. Urusan Kemahasiswaan di prodi tersebut.
            Setelah menunggu beberapa saat, kami kemudian dipersilahkan untuk masuk menjumpai ibuk tersebut, disebuah ruang yang sederhana kami mulailah rangkaian kunjungan kerja kami tersebut. Dibuka langsung oleh Sekwan dan kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan, bak kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”. Seusai bekrkenalan dilanjutkan dengan bincang – bincang. Ada beberapa issue yang dibahas dalam pertemuan tersebut, diantaranya mengenai kondisi iklim kemahasiswaan di PSIK, persiapan acara Kongres Nasional ILMIKI 2013 dan pendirian Fakultas Keperawatan. Suasana diskusi berjalan penuh dengan nuansa kekeluargaan.
            Pada klaster isu tentang kondisi kegiatan kemahasiswaan, beliau mengutarakan bahwa Himakep baru beberapa hari yang lalu melaksanakan kegiatan Try Aout SBMPT 2013 dimana peserta mencapai 400-an siswa – siswi SMA sederajat di Banda Aceh dan Aceh Besar. Kemudian, pada minggu kedua Juni tahun ini juga Himakep PSIK Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dipercayakan untuk menjadi tuan rumah acara Kongres Nasional Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan tahun 2013. “Sejauh ini persiapan acara sudah mapir 90%, Insyaallah, mudah – mudahan bias berjalan sukses dan lancer walaupun dengan dana yang minim, tapi kami akan coba untuk berikan hasil semaksimal mungkin” ujar Buk Sufriani. “Mengenai Fakultas, izinnya sudah keluar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kalau tidak ada aral melintang Insyaallah Semester Ganjil 2012/2013 Fakultas Keperawatan sudah berdiri. Namanya Fakultas Keperawatan, bukan Fakultas Ilmu Keperawatan, karena kalau Ilmu Keperawatan tidak ada pendidikan profesinya” lanjut buk Sufriani.
            Sementara itu, ketua DPM mengucapkan selamat atas prestasi tersebut, dan dalam waktu dekat DPM juga akan merespon isu tersebut melalui pembentukan perangkat – perangkat jajaran kemahasiswaan ditingkan Fakultas. “Iya, kita dalam waktu dekat kami akan membahas mengenai pembentukan perangkat kelembagaan kemehasiswaan tingkat Fakultas” ujarnya. “Kita sudah komunikasikan dengan jajaran dekanat dalam hal ini PD III  sebagai penanggung jawab bidang kemahasiswaan FK dan PD II yang juga merupakan tokoh di PSIK, sejauh ini sudah ada lampu hijau untuk masukan yang kita sampaikan mengenai perangkat – perangkat kelembagaan organisasi kemahasiswaan tersebut. Ada beberapa masukan dan saran, dan ini akan kita bicarakan lebih lanjut di DPM dengan komisi terkait” pungkas rizki.

            Pertemuan ditutup dengan penyerahan bungoeng jaroe dari DPM oleh Ketua DPM ke Ka. Urusna Kemahasiswaan PSIK. (#Humas DPM)

Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Periode 2013 – 2014, Kabinet Kritis dan Agresif.

Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala merupakan Lembaga Legislatif Tertinggi di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Lembaga yang anggontanya terdiri dari enam angkatan termida di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dimana terdiri atas perwakilan mahasiswa tiap angkatan terhitung  dari   6  angkatan  termuda  dengan  ketentuan  4  angkatan  termuda  dipilih dengan  mekanisme  pemilihan  langsung  oleh  angkatan  melalui  Pemilihan  Raya  dan  2 angkatan lagi dilakukan dengan mekanisme pendaftaran dari tiap-tiap angkatan. Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala masa Bakti 2013 – 2014 diberi nama Kabinet Kritis dan Agresif dimana berjumlah 41 orang perwakilan yang dibagi kedalam 4 komisi, Komisi A Membidangi Anggaran, Komisi B Membidangi Kebijakan dan Humas, Komisi C Membidangi Legislasi dan Komisi D Membidangi Pengawasan. Adapun jajaran kepengurusannya adalah sebagai berikut:
  1. Muhammad Rizki Ramadana, S. Ked Pend. Dokter 2008 Ketua Umum
  2. Novenda Agryanto Heryanto Putra Pend. Dokter 2010 Wakil Ketua Umum
  3. Imam Fithrawan Pend. Dokter Gigi 2012 Sekretaris Umum
  4. Rizki Novita Sari Ilmu Keperawatan 2010 Bendahara Umum
  5. Hafizah Humairah Daulay, S. KG Pend. Dokter Gigi 2009 Ketua Komisi A
  6. Amelia Muriza, S. KG Pend. Dokter Gigi 2008 Anggota Komisi A
  7. Novani Safitri, S. Kep Ilmu Keperawatan 2008 Anggota Komisi A
  8. Ulil Rukmana, S. Pd Psikologi 2009 Anggota Komisi A
  9. Nurhasyimah Pend. Dokter 2010 Anggota Komisi A
  10. Muniati Syahadah Pend. Dokter 2011 Anggota Komisi A
  11. Ichsan Pend. Dokter 2012 Anggota Komisi A
  12. Abdullah Azmy, S. Ked Pend. Dokter 2008 Ketua Komisi B
  13. Yanis Indiana Yacma, S. Ked Pend. Dokter 2009 Anggota Komisi B
  14. Nuril Annissa, S. Ked Pend. Dokter 2008 Anggota Komisi B
  15. Fauzan Lutfhfi AM Pend. Dokter 2007 Anggota Komisi B
  16. Misbahul Jannah Pend. Dokter 2010 Anggota Komisi B
  17. Rosnidar Ilmu Keperawatan 2010 Anggota Komisi B
  18. Vivi Aramie Pend. Dokter Gigi 2010 Anggota Komisi B
  19. Rauzatun Husna Ilmu Keperawatan 2011 Anggota Komisi B
  20. Nurul Hikmah Pend. Dokter 2011 Anggota Komisi B
  21. Summiyati Aqmaliya Pend. Dokter Gigi 2012 Anggota Komisi B
  22. Elvia Malbeni Ilmu Keperawatan 2009 Ketua Komisi C
  23. Uzi Mardha Phoenna, S. Ked Pend. Dokter 2007 Anggota Komisi C
  24. Elva Mumtazia, S. Kep Ilmu Keperawatan 2008 Anggota Komisi C
  25. Nurul Hafidhah Pend. Dokter Gigi 2010 Anggota Komisi C
  26. Putri Zainab Adity Ilmu Keperawatan 2011 Anggota Komisi C
  27. Ikhsan Yowanda Pend. Dokter Gigi 2011 Anggota Komisi C
  28. Dolly Jazmi Pend. Dokter 2011 Anggota Komisi C
  29. Muhammad Rizal Syafrawy Psikologi 2012 Anggota Komisi C
  30. Cut Faizah Munira Ilmu Keperawatan 2012 Anggota Komisi C
  31. Cut Nabela Maracilu Pend. Dokter 2012 Anggota Komisi C
  32. Halim Tezar Kusuma Pend. Dokter 2009 Ketua Komisi D
  33. Dwi Teguh Irawan, S. Ked Pend. Dokter 2009 Anggota Komisi D
  34. Muhammad Iqbal Amin, S. Ked Pend. Dokter 2007 Anggota Komisi D
  35. Andi Yusuf Daulay, S. KG Pend. Dokter Gigi 2008 Anggota Komisi D
  36. Oki Harisandi, S. Ked Pend. Dokter 2008 Anggota Komisi D
  37. Agusrina Jamala Lubis Ilmu Keperawatan 2009 Anggota Komisi D
  38. Auliya Yuliyandari Ansari Psikologi 2011 Anggota Komisi D
  39. Raudhatul Fitri Juhra Pend. Dokter Gigi 2011 Anggota Komisi D
  40. Mawaddah  Ilmu Keperawatan 2012 Anggota Komisi D
  41. Aini Mutmainnah Pend. Dokter 2012 Anggota Komisi D
 (Tim Humas).